Sosok Misterius Penghuni Indekos

Ketika kita menyandang status sebagai Mahasiswa Baru (MABA) sudah pasti kita akan berada di lingkungan baru dan dituntut untuk bisa beradaptasi dengan baik. Apalagi ketika kuliah di luar kota, sudah pasti kita akan mendapatkan tempat tinggal baru.

Namaku Ima, pada Tahun 2019 lalu aku menjadi 1 diatara 4200 Mahasiswa Baru di salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri yang berada di Jawa Timur. Kebetulan pada saat TM (Technical Meeting) PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan) tempat tinggalku yang baru ini masih kosong, karena kakak tingkat masih libur. Tapi ya aku tetap memutuskan untuk tinggal sendiri. Pertama kali di sana aku merasa baik-baik saja dan tidak ada perasaan macam-macam. Walaupun mulai malam pertama, selalu terdengar bunyi langkah kaki yang mondar-mandir di depan kamarku, dan pada esok harinya aku langsung menelepon Ibu.

“ Hallo, Assalamu’alaikum, Bu,” Buka ku.

“ Iya, wa ‘alaikumussalam,” jawab Ibu.

Aku pun menceritakan hal itu kepada Ibu.

“Bu, di sini aku sendirian. Setiap aku di kamar, selalu ada bunyi langkah kaki di depan kamar, kasurnya kan di bawah jadi jelas banget aku mendengarnya.”

“Awas ada orang yang masuk ke situ,” kata Ibu.

“Tidak mungkin, karena aku selalu kunci pintu depan setiap kali keluar ataupun masuk.”

“Lah, terus siapa?” tanya Ibu.

“Iya, kurang tahu.”

“Yasudah, hati-hati saja.”

“Iya, Bu.”

Pada malam-malam berikutnya aku bermimpi, pada saat itu aku pergi ke kamar mandi hanya untuk membasuh tangan dan tepat di pintu kamar mandi ada seorang laki-laki dengan mengenakan busana berwarna hitam. Waktu aku masuk dan membasuh tangan, sambil lalu aku menoleh ke arah laki-laki itu, dia sedang melihatku dan pandangannya mengikuti sampai aku berjalan menuju kamar.

Setelah itu aku terbangun dan kebetulan sudah masuk waktu salat subuh. Tanpa ragu aku melangkahkan kaki menuju kamar mandi untuk mengambil wudu dan langsung kembali ke kamar untuk melaksanakan salat.

Selepas sholat aku tidur-tiduran dengan posisi miring kanan. Namun anehnya dari belakang kepalaku muncul kepala seorang laki-laki yang menampakan wajahnya tepat di depan wajahku, dalam kondisi hitam dan sudah busuk.

Secara otomatis aku langsung menutup mata dan berdoa, karena itu sangat membuat ku kaget. Pada saat aku membuka mata, aku langsung berdiri menoleh kanan kiri depan belakang dan atas. Jujur, itu adalah pertama kalinya aku bisa melihat makhluk demikian dan semoga tidak terulang lagi untuk kedepannya.

Setelah kejadian itu aku bertanya-tanya, kenapa dia menemuiku? Kemana suara langkah kaki yang sering terdengar dari arah depan kamarku? Serta ada apa sebenarnya di sini? Namun siapa yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan aku ini. Tidak ada!

Memang, sewaktu di rumah. Aku sering mendengar bunyi-bunyi aneh ketika berjalan di luar rumah, bayangan besar berjalan menemaniku di malam hari, yang selalu membuatku merinding. Mendengar suara yang sering orang-orang sebut suara kuntilanak di atas pohon juga pernah. Bahkan aku juga pernah dipanggil untuk pulang ke rumah ketika aku sedang berada di tetangga pada malam hari, yang mana pada saat itu keluargaku sedang tidak ada di rumah dan ketika aku pulang, ternyata keluargaku belum pulang.

Tetapi ya itu, meskipun aku sering mengalami hal demikian. Aku belum pernah yang namanya melihat penampakan atau wujud dari makhluk lain itu. Apalagi sampai menampakkan dengan jelas tepat di depan wajahku, seperti yang aku alami di tempat tinggalku yang sekarang ini.

Setelah kuliah mulai aktif, aku meceritakan semua yang terjadi kepada kakak tingkatku. Anehnya, selama mereka tinggal di sini mereka bilang belum pernah merasakan keanehan apalagi dengan hal yang aku alami ini, dan karena aku menceritakan hal ini, mereka menjadi takut ketika hendak ke kamar mandi.

Mereka menceritakan yang aku alami ini kepada Mas kos. Saat Mas kos nangih uang kos, beliau seakan-akan mewawancaraiku tentang hal tersebut. Ternyata di kos ini dulu pernah ada perempuan yang meninggal dunia, bukan seperti yang menemuiku itu. Entahlah, siapa sebenarnya sosok itu.

Penulis: Nikmatul Izza (Anggota magang Millenium)