Sempat Dibatalkan, Aliansi Mahasiswa dengan DPM-I Langsungkan Audiensi

Senin (11/9) – Berlangsung forum audiensi antara Aliansi Mahasiswa dengan Dewan Perwakilan Mahasiswa–Institut (DPM-I) terkait gugatan penghapusan DPM-I dan Badan Eksekutif Mahasiswa-Institut (BEM-I). Forum yag difasilitatori oleh Sukarno, Wakil Rektor III (Warek) Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama ini berlangsung mulai pukul 13.22 -15.00 WIB di ruang Madya. Sempat dibatalkan pada Jumat (8/9), audiensi ini dihadiri oleh Aliansi Mahasiswa, DPM-I dan Presiden Mahasiswa (Presma) beserta wakil Presma IAIN Jember periode 2017-2018 atas undangan persetujuan audiensi dari DPM-I dan Sukarno.

Arifin, moderator audiensi memberikan kesempatan kepada Koordinator Lapangan (korlap) aksi, M. Islah untuk memulai forum audiensi setelah sambutan dari Sukarno dan Maulana (Ketua DPM-I). Islah berkata, ia meminta maaf karena melakukan aksi tanpa memberikan surat pemberitahuan terlebih dahulu. “Yang membuat kami melakukan demonstrasi, karena kami telah melakukan beberapa usaha sebelum demonstrasi untuk mengadakan dialog yaitu audiensi (4/9) dengan DPM-I, namun tidak ada tanggapan. Jadi kami melakukan demonstrasi secara spontan,” ujarnya.

Salah satu anggota DPM-I, Syukron menanggapi pernyataan Islah. Ia berkata bahwa demonstrasi yang dijalankan  oleh aliansi mahasiswa tidak sesuai dengan  Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Republik Mahasiswa (RM) IAIN Jember.

Karena pada saat itu penolakan  audiensi atas surat yang dilayangkan kepada DPM-I diganti dengan forum tabayyun dan aliansi mahasiswa tidak hadir pada Rabu (6/9). “Jika memang aliansi mahasiswa yang diundang tidak datang, seharusnya pihak terkait harus mengirim surat penolakan kepada DPM-I,” ujarnya.

Forum tabayyun yang diadakan oleh DPM-I dirasa kurang efektif,  seperti yang dinyatakan Zuhroatus Sa’adah, salah satu aliansi mahasiswa saat menaggapi pernyataan Syukron. “Surat masuk kepada kami sekitar pukul 10.00 WIB, sedangkan forum tabayyun akan dilaksanakan pukul 13.00 WIB, kami rasa itu tidak efektif,” ujar mahasiswi yang kerap dipanggil Tutus ini.

Moh. Wasik, Presma IAIN Jember juga memberikan pernyataan terkait penolakan forum audiensi. Ia berkata, ditolaknya forum audiensi yang pernah diajukan sebelumnya (sebelum aksi demonstrasi) cacat administrasi, karena tidak ada surat masuk dari aliansi mahasiswa kepada pihak BEM-I.

Menurut Wildan, salah satu aliansi mahasiswa, sejak dimulainya forum audiensi tersebut hanya membahas masalah administrasi bukan membahas masalah gugatan dan tidak menemukan kesepakatan. “Maka kami walk out dari forum ini,” ujarnya.

Karena masih belum ada kesepakatan, Sukarno memutuskan untuk menunda forum dan dilanjutkan di hari lain. Forum audiensi selanjutnya akan dikonfirmasi setelah Sukarno membicarakan kepada Rektor IAIN Jember, Babun Suharto.