upm milleniumUnit Pers Mahasiswa (UPM) Millenium merupakan organisasi intra kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, yang bergerak dalam bidang jurnalistik. Sejak berdiri pada tanggal 5 Agustus 1998, UPM Millenium memiliki komitmen mengakomodir aspirasi dan kreatifitas mahasiswa. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan dinamisasi dunia intelektualitas dan idealisme mahasiswa menuju informasi global.

Di samping itu, dengan memiliki slogan “Wahana Informasi dan Komunikasi”, UPM Millenium diharapkan dapat memberikan wahana baru dalam memperjuangkan nilai-nilai ilmiah berlandaskan kebenaran untuk mengangkat nilai sosio-cultural dan religi dengan tetap berpegang pada batas nilai-nilai kebebasan pers yang objektif. Tentu pula tidak mengesampingkan komitmen utamanya sebagai penyambung aspirasi mahasiswa dan kontrol terhadap kebijakan birokrasi kampus.

Untuk mengaktualisasikan komitmen itu, UPM Millenium tentunya membutuhkan sebuah “wadah”. Maka pada 1999 lahirlah majalah Millenium, dengan tagline “Wahana Informasi dan Komunikasi”. Sejak tahun itu hingga sekarang, sudah ada 11 media (berupa majalah) diterbitkan. Dari 11 media itu, entah terbitan ke berapa yang bisa dibilang bagus. Semuanya masih banyak kekurangan dan harus terus dibenahi.

Namun demikian, UPM Millenium tetap berusaha menunjukkan keberadaannya sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) IAIN Jember yang bergerak dalam bidang jurnalistik. Dan, majalah Millenium menjadi satu-satunya majalah mahasiswa yang pertama kali diterbitkan oleh Pers Mahasiswa (Persma) IAIN Jember.

Dari Religia hingga Millenium

Membaca perjalanan penerbitan majalah mahasiswa di IAIN Jember, sebenarnya telah muncul majalah mahasiswa saat IAIN Jember masih menjadi cabang dari Universitas Islam Negeri Surabaya (ketika itu masih bernama IAIN Sunan Ampel Surabaya). Nama majalah itu adalah Religia, diterbitkan oleh Senat Mahasiswa, Fakultas Tarbiyah Jember IAIN Sunan Ampel.

Sebagaimana majalah mahasiswa yang diterbitkan oleh Persma, Religia juga memuat berita, namun berita tersebut tidak menjadi fokus utama, melainkan artikel dan opini. Pengangkatan isu pun bersifat fakultatif, yakni sebagai media transformasi keilmuan.

Maka tak heran, isi yang disajikannya pun lebih bersifat penggalian nilai-nilai spiritual, pendidikan, retorika (dakwah Islam) dan informatif. Bahkan, tak jarang menyangkut hal-hal Islami, mulai dari kajian hukum Islam hingga seni dan budaya yang masih dalam koridor Islami.

Terlepas dari itu, Religia tetaplah menjadi bentuk awal UPM Millenium sebagai organisasi yang menerbitkan media. Keduanya, sebenarnya, tidak lain adalah sebuah organisasi intra kampus yang bergerak dalam bidang jurnalistik. Seiring perkembangan zaman, tepat pada tanggal 05 Agustus 1998 Religia berubah nama menjadi UPM Millenium.

Penegak Pilar Demokrasi

Salah satu yang melatarbelakangi perubahan nama Religia menjadi UPM Millenium ialah adanya permintaan dari Ketua STAIN Jember waktu itu. Konon, sebagai salah satu syarat sebagai perguruan tinggi, diwajibkan ada Persma. Hal ini bertujuan untuk menegakkan pilar demokrasi. Maka dari itu, adanya Persma di setiap perguruan tinggi menjadi hal yang wajib, termasuk STAIN Jember waktu itu.

Disadari, meski UPM Millenium berdiri atas permintaan Ketua STAIN Jember, namun bukan berarti UPM Millenium harus tunduk di bawah ketiak pimpinan. UPM Millenium harus tetap independen. Ia bukan media humas STAIN Jember, yang menjadi kepanjangan lidah birokrasi kampus.

Di awal kelahirannya, UPM Millenium belum memiliki panduan untuk melangkah. Kurang lebih dari 4 tahun yaitu 1999-2003, UPM Millenium berada pada kondisi pasif. Hal ini dilatarbelakangi oleh momen penting, yaitu tumbangnya rezim Soeharto dan turunnya ketua STAIN Jember periode 1994-1999.

Hingga pada 2004, atas bantuan DR. Aksin Wijaya, SH., S.Hi.,M.HI, Lembaga Pers Mahasiswa Sastra (LPMS) Ideas Fakultas Sastra Universtias Jember, dan UKPKM Pijar Pendidikan FKIP Universitas Jember, lengkaplah UPM Milenium sebagai organisasi. Berkerja layaknya organisasi Persma yang lain. Menerbitkan media dan mengadakan kegiatan-kegiatan seputar jurnalistik, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan keorganisasian. Produktivitas sebagai Persma dapat dilihat dari medianya, majalah Millenium, buletin Excellent, Majalah Dinding (Mading) Madjoe Djaja, dan beberapa media lain.

Berjejaring dalam PPMI

UPPMI Nasntuk melebarkan jaringannya, UPM Millenium bergabung dalam Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI); sebuah organisasi yang beranggotakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang berada di perguruan tinggi se-Indonesia. Selain bertujuan melebarkan jaringan, juga bertujuan untuk saling menguatkan, baik antar lembaga itu sendiri maupun antar sesama awak Persma.

Bukan tanpa alasan UPM Millenium bergabung dalam PPMI. Alasan utamanya karena melihat jurnalisme – termasuk organisasi yang bergerak dalam dunia pers – tidak lepas dari intimidasi, intervensi, bahkan berujung pada penganiayaan. Sebagai bentuk antisipasi, UPM Millenium bersama seluruh LPM yang ada di perguruan tinggi se-Indonesia, khususnya yang bergabung dalam PPMI, dapat menyatukan suara untuk menentang segala tindakan intimidasi, intervensi, atau bahkan penganiayaan.[]

Top