PEMIRA di Tengah Pandemi, Online Jadi Solusi?

ilustrasi by Habiba Nur Aini/Millenium

Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember akan melaksanakan Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) di tengah pandemi Virus Corona yang belum usai. Pelaksanaan PEMIRA berlangsung pada Rabu (21/4/2021) melalui situs website yang telah disediakan oleh pihak KPU-M. PEMIRA online dinilai menjadi solusi ditengah pandemi.

Menurut Choirul Anam, selaku Ketua Senat Mahasiswa Institut (SEMA-I) IAIN Jember menyatakan bahwa pelaksanaan PEMIRA secara online menjadi solusi dengan merujuk pada Keputusan Menteri Agama (KMA) dan ketetapan Rektor IAIN Jember terkait dengan kegiatan kemahasiswaan di lingkungan kampus. PEMIRA bertujuan untuk memilih Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA-I) dan Wakil Ketua DEMA-I pada periode 2021-2022.


Alur pendaftaran peserta PEMIRA dimulai pada 13 hingga 15 April 2021. Selanjutnya dilakukan seleksi berkas yang akhirnya menghasilkan dua pasangan calon (paslon) yang memenuhi syarat. Paslon nomor urut 01 adalah Muhammad Zakaria–Abdullah Ikin Ranis serta Andri Gunawan Junaedy–Khoirul Anam sebagai paslon nomor urut 02. “Yang daftar hanya dua paslon dan keduanya telah memenuhi syarat dengan peraturan PEMIRA yang ada,” ujar Lobabur Rohman, selaku Ketua KPU-M.

Pemilihan DEMA-I atau Presiden Mahasiswa secara online menuai pro dan kontra di kalangan mahasiswa IAIN Jember karena dinilai tidak efektif dan memicu timbulnya kecurangan. Sampai muncul adanya beberapa petisi menolak PEMIRA online di media sosial seperti WhatsApp. “Pemilihan online ini hasilnya bisa saja dimanipulasi karena tidak berlangsung saat itu juga, sehingga tidak efektif,” ujar Farich Sihab, mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam IAIN Jember.

Hal senada diungkapkan oleh Boby Sugianto, selaku mahasiswa IAIN Jember. Ia mengatakan bahwa sebenarnya PEMIRA online tidak efektif. Namun karena situasi dan kondisi pandemi, maka semua tergantung pada kinerja panitia PEMIRA.


Dalam mengatasi masalah pelaksanaan PEMIRA online, Ketua KPU-M, Rohman menyatakan bahwa panitia telah mengusahakan sebaik mungkin untuk menyukseskan acara pemilihan Ketua DEMA-I dan wakilnya.

Partisipasi mahasiswa dalam pemilihan Presiden mahasiswa terbilang masih rendah. Dari tahun ke tahun partisipasi mahasiswa kurang dari setengah jumlah mahasiswa IAIN Jember . “Pada Pemira sebelum-sebelumnya sekitar 30% yang mau menggunakan hak suaranya dan semoga Pemira online ini dapat menambah partisipasi mahasiswa,” ujar Ketua SEMA-I.

PEMIRA menjadi salah satu cerminan praktek demokrasi dalam lingkup institusi pendidikan di Indonesia. “Untuk menjaga asas-asas demokrasi serta menumbuhkan kesadaran pada setiap individu atau kelompok mahasiswa terkait birokrasi mahasiswa dan mencapai satu titik tumpu kemaslahatan mahasiswa,” imbuhnya.

Reporter : Anis K. , Riko S.

Editor : Mala