Korupsi Hak Fasum

Dalam membentuk atau mendesain sebuah perumahan, lazimnya dari 100% lahan yang ada 40 % nya adalah untuk Fasilitas Umum (Fasum), yang harus dipenuhi developer bagi penghuni perumahan. Hal ini menjadi permasalahan di kompleks perumahan Milenia yang ber-area di depan kampus IAIN Jember.

Fasum yang seharusnya menjadi hak warga Milenia justru oleh developer dijual kepada pihak-pihak yang memiliki kepentingan bisnis, seperti New Sari Utama dan Terapung. Hal ini cukup menyulut emosi warga Milenia, terlebih developer tersebut adalah orang yang tersangkut korupsi pengadaan gabah dan mesin pengering pada tahun 2006, Mucharror saat menjabat menjadi kepala Bulog Subdivisi Regional XI Jember.

Dengan sejumlah data yang telah ditemukan oleh petugas hukum, aset-aset Mucharror, seperti beberapa tanah yang telah dikuasianya di kompleks Milenia, diputuskan pengadilan menjadi milik Bulog. Berikut hasil wawancara Mutrika dari Millenium dengan ketua Rukun Warga Perum. Milenia M. Noor Harisudin.

Sudah berapa lama konflik ini terjadi di Milenia?

Kalau mencuatnya baru dua bulan terakhir, karena kita baru dapat informasi kalau bulog itu mau melelangkan tanah itu.

Bagaimana awal terjadinya konflik tanah di perumahan ini?

Dulu tanah yang sekarang menjadi milik Bulog milik pak Mucharror yang waktu itu menjabat sebagai kepala Bulog, dan pak Ghozi yang dulunya mereka adalah pengembang di Milenia, karena tersangkut korupsi maka tanah itu ditetapkan menjadi milik Bulog.

Tanah disebelah mana yang menjadi permasalahan?

Di pojok lapangan, sebenarnya yang menjadi permasalahan kita adalah tanah yang telah menjadi fasum. Dan dijanjikan akan dibangun kolam renang, lapangan tenis, dan tempat bermain orang-orang sini, ternyata malah tidak terlaksana hanya lapangan tenisnya saja yang ada. Dan tiba-tiba tanah itu dijual kepada pihak lain, seperti Rumah Makan Terapung dan New Sari Utama. Dan juga kemudian diambil alih oleh Bulog. Ini yang menjadi permasalahan kita disini, kita ingin mempertahankan tanah yang menjadi fasum kita.

Bagaimana dengan tanah yang telah menjadi milik Terapung dan New Sari Utama itu?

Kita surati mereka kalau tanah itu adalah fasum kita, dari pihak Terapung kan rencananya akan dibangun lahan parkir. Tapi mereka menghentikan pembangunannya.

Kalau dari pihak Bulog apakah ada komunikasi?

Dari pihak Bulog sendiri tidak ada komunikasi pada kita, tapi kita sudah mengirim surat pada pihak Bulog, kita juga nyurati instansi-instansi yang berkaitan seperti polres dan bupati.

Apa ada tanggapan dari mereka (Bupati dan Polres) dan dari bulog?

Ada tanggapan, banyak telfon masuk ke kita, datang kesini, dan sebagainya. Kalau dari pihak bulog sendiri secara tertulis masih belum. Kita juga kepertanahan kita blokir supaya tidak diijinkan untuk diberi sertifikat.

Tanggapan anda kalau misalkan pihak Bulog belum juga merespon?

Ya kita melakukan langkah hukum, kita juga sudah berdiskusi dengan warga yang juga pengacara disini, juga menjadi ketua Ikadin, dia memberi masukan-masukan untuk kita.

Sampai kapan warga Milennia harus menunggu?

Kita kasih deadline sampai akhir Desember ini, kalau tetap tidak ada ya kita lakukan langkah-langkah hukum.

Bagaimana jika dari pihak Bulog tetap ingin mempertahankan tanah itu, sebagaimana warga Milenia menuntut haknya?

Ya kita tetap minta Bulog menghibahkan tanah itu kepada perumahan, karena itu sudah menjadi miliknya perumahan, dan memang lebih dahulu menjadi fasum dari pada menjadi milik Bulog. Ketika itu ditetapkan menjadi fasum orang tidak boleh mengotak atik itu, karena sudah ditetapkan. Dan itu menjadi urusannya Bulog dengan developer. Minta saja kepada tersangka korupsi itu tanah yang lain, kenapa kita yang jadi korban.

Apakah anda sempat mendatangi developer yang menjadi tersangka korupsi itu?

Tidak, orangnya yang kesini, modelnyakan elit, kita gak mau merendahkan diri didepan orang itu. karena pengalamannya selalau sulit dihubungi, gak pernah mau, gak pernah direken.

Ketika Mucharror kesini apa hasil kesepakatannya?

Dia mau masuk kesini (rumah saya) tapi gak ada saya.

Bertemu Pak RT mungkin?

Tidak.

Sampai sekarang masih juga belum ada pertemuan?

Masih menjanjikan bertemu lagi, tapi kita posisinya pasif. Karena dia juga orangnya gak jelas, selalu bohong mulai dulu, banyak janji-janji yang tidak terealisasi.

Sebagai developer masihkah ada tanah milik Mucharror disini?

Banyak, malah dijual kepada orang lain, ya itu tadi dia tidak berpikir bagaimana kewajiban yang harus dilakukan sebagai developer, yaitu 40% dari total tanah yang ada itu untuk fasum.[]