Kesepakatan Kerjasama Ditunda

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, Babun Suharto, kembali menjalin kerjasama dengan Bank BRI. Bentuk kerjasama kali ini berupa pengadaan satu mobil Camry dan bus. Namun, sebelum kedua kendaraan itu terwujud, ada persyaratan yang harus dipenuhi.

“Syarat untuk mengajukan kendaraan itu, (yaitu) supaya kartu tri fungsi ATM dihabiskan,” kata Sukarno, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IAIN Jember, saat memaparkan sambutannya dalam acara “Hearing dengan Bank BRI Cabang Jember”, Selasa (31/3) di Ruang VIP IAIN Jember.

Acara yang berlangsung mulai pukul 13.00 sampai dengan 15.00 WIB itu dihadiri oleh beberapa dekan fakultas dan seluruh ketua organisasi kemahasiswaan. Sukarno menyatakan, pihaknya sengaja mengundang seluruh ketua organisasi kemahasiswaan tersebut untuk membahas sisa kartu tri fungsi ATM yang belum didistribusikan.

Sebelumnya, Babun menjalin kerjasama berupa pengadaan kartu tri fungsi ATM dengan Bank BRI tahun lalu. Sesuai kesepakatan, kartu yang memiliki tiga fungsi sebagai ATM, kartu tanda mahasiswa dan kartu anggota perpustakaan, itu dicetak sebanyak 6.800. Namun, yang telah didistribusikan kepada mahasiswa angkatan 2014-2015 sebanyak 1.800 kartu.

Sukarno meminta masukan kepada para peserta rapat yang hadir. Agar pengajuan pengadaan kendaraan tersebut dapat terwujud, sisa kartu tri fungsi ATM sebanyak 5.000 kartu harus dihabiskan terlebih dahulu. Seperti, didistribusikan kepada mahasiswa semester IV ke atas. “Kalau tidak mau, ya, sudah. Berarti kita tidak mau (kendaraan itu),” katanya.

Menanggapi tawaran tersebut, Abdus Salam, Ketua Senat Mahasiswa IAIN Jember, menyatakan keberatan. Pasalnya, sisa kartu tri fungsi ATM yang belum dididistribusikan bertuliskan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember. Namun kemudian, ia menyatakan sepakat asalkan biaya pembuatan kartu tersebut ditanggung oleh pihak kampus. “Saya sepakat asal pihak lembaga yang bertanggung jawab. Seperti memberikan anggaran untuk pembuatan kartu.” ujarnya.

Dalam tanggapannya, Sukarno menyatakan tidak bersedia menanggung biaya pembuatan kartu tri fungsi untuk setiap mahasiswa. Hal ini dikarenakan dalam DIPA tidak ada anggaran untuk pembuatan rekening. Di samping itu, setiap nasabah yang membuat rekening pasti membayar 100 ribu untuk tabungan wajib. “Berarti lembaga (IAIN Jember) mengeluarkan biaya 50 juta (untuk 5 ribu kartu).” kata dia.

Peserta lain, Yanti, Ketua UKM Unit Kegiatan Pengembangan dan Keilmuan, menyatakan antara sepakat dan tidak sepakat. Dia sepakat apabila mahasiswa yang telah memiliki kartu ATM BRI bisa dialihkan ke kartu tri fungsi. Menurutnya hal itu tidak menjadi masalah. “Tapi yang jadi masalah ketika kartu ini pada akhirnya tidak benar-benar multifungsi. Apalagi penargetan pendistribusiannya demi Camry dan bus.” ujarnya.

Pelbagai terobosan disampaikan oleh pihak Bank BRI Cabang Jember untuk menemukan titik terang kerjasama antara Bank BRI dan IAIN Jember. Salah satunya, yaitu mengurangi biaya pembuatan kartu. Yang biasanya dikenakan Rp. 13 ribu, kini hanya mengeluarkan biaya sebesar 4.500 rupiah.

Meski demikian, peserta rapat tidak mengeluarkan kata sepakat. Yang dipermasalahkan, tidak lain, adalah nama dan logo STAIN Jember di badan kartu. Tak berhenti sampai di sini, pihak Bank BRI Cabang Jember kembali memberikan tawaran. Kali ini disertai dengan permintaan komitmen dari peserta rapat.

Irfan Zidni, Staff Bank BRI Cabang Jember, meyampaikan, bahwa pihaknya akan mengajukan perubahan nama dan logo STAIN Jember menjadi IAIN Jember ke Bank BRI Pusat. “Kalau misalnya nanti diterima, kira-kira mahasiswa mau menerima?” ujarnya.[]