DEMA I INSTRUKSIKAN TOLAK PEMBAYARAN UKT

Cover by : Liyananda/Millenium


Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA-I) menginstruksikan kepada seluruh mahasiswa Universitas Islam Negeri KH. Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember untuk sementara menolak pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Penolakan pembayaran UKT terkait dengan belum adanya kejelasan dari pihak kampus tentang alur pengajuan keringanan UKT semester ganjil tahun 2021/2022. DEMA I medesak pihak kampus segera menetapkan aturan terkait pembayaran UKT.

Instruksi menolak pembayaran UKT oleh DEMA I berisi beberapa tuntutan tentang alur pembayaran UKT, kelanjutan penerimaan keringanan UKT semester genap 2020/2021 yang sesuai dengan Surat Keputusan No. B-0275/In.20/3/PP.00.9/01/2021 tentang pengajuan keringanan UKT atas dampak pandemi Covid-19 serta tentang adanya pengajuan keringanan baru bagi mahasiswa baru. “Poin yang kami tuntut ada tiga yakni alur pembayaran, SK, dan pengajuan keringanan baru, peraturannya sudah ada tetapi tindak lanjut dilapangannya yang ngga ada.” ungkap M. Zakaria Drajat selaku ketua DEMA I UIN KHAS Jember.

Masalah terjadi kepada beberapa mahasiswa yang telah menerima keringanan UKT pada semester genap 2020/2021 yang jumlah nominal UKT kembali normal pada semester ganjil 2021/2022. “Banyak aduan pada kami sekitar 500 oang yang UKTnya kembali normal setelah mendapat keringanan pada semester genap lalu,” tambah Zakaria.

Jumlah pembayaran UKT kembali normal setelah mendapatkan keringanan dirasakan oleh Nurul Lailatul Fitriyah selaku mahasiswa program studi Tadris IPA yang mengatakan telah mendapatkan keringanan berkisar Rp. 400.000 namun pada semester ganjil 2021/2021 jumlah UKTnya kembali normal. “Kemungkinan saya akan megajukan lagi (keringanan) ditahun ini dengan poses yang sama pada tahun lalu,” tambah Nurul.

Himbauan senada oleh DEMA Fakultas Syariah yang menolak pembayaran UKT sebelum ada kebijakan baru dari pihak kampus. “Kami dari DEMA Fakultas dan DEMA I bersikap sebagaimana tuntutan menolak pembayaran UKT berdasarkan hasil kajian kami,” ungkap Samsul Maarif selaku Biro Hukum DEMA Fakultas Syariah

Setelah viral tersebar pamflet tuntutan penolakan pembayaran UKT di media sosial Whatsapp dan Instagram, adanya pesan berantai tidak diketahui pengirimya yang berisi Surat Pengumuman No. B-0275/In.20/3/PP.00.9/01/2021 tentang pengajuan keringanan UKT atas dampak pandemi Covid-19 dan anjuran bagi mahasiswa yang jumlah UKT tidak sesuai dengan SK keringanan sebelumnya bisa hubungi nomor telepon yang tertera. Jurnalis mencoba menghubungi pihak kampus namun hingga berita ini di terbitkan pihak kampus belum memberikan tangapan perihal tuntutan keringanan UKT semester ganjil tahun ajaran 2021/2022

Reporter : Juwita, Riko, Pristin