SUKMA YANG TERKOYAK

Karya: Rosyida Aulia/Millenium Suaka mencari suaraTerdengar bisikan menggetarkan ragaMenggeluti mengoyak sukmaBerdarah namun tak tampak nyatanya Manusia berbaju merahGemetar takut raut wajah gelisahTeriakan pertolongan seakan tak bisa lari dari pita suaraTerdiam memendam sakit tiada tara Mata melirik ke sana ke siniJeritan hati tak pernah berartiRasa benci kian hadir pada diriKotor hina tak lagi suci Remuk

Puisi Halim Bahriz: Khotbah Hijau Tosca

Khotbah Hijau Tosca   Telah datang kepadamu: sebentang zaman yang terang dan manusia berbaris-baris mengumandangkan kebohongan. Tapi kau tak dapat melihatnya, sebab pada sepasang matamu telah mereka tuang berliter-liter cahaya yang memadamkan. Cahaya yang telah memisahkan burung-burung dari kicaunya, daun-daun dari hijaunya; yang mengelupas pagi dari waktu, membuat ayat-ayat pingsan di kening-kening yang shaleh.   Pula terkabar: riwayat tentang langit,

Yang Hilang Arah

Aku terbangun gelagapan, serasa tubuh ini terpelanting dari angkasa dan masuk ke raga secara paksa. Padahal tubuhku belum siap menerimanya. “Mimpi buruk lagi mas?” tanya istriku. “Iya,” jawabku. “Sudah satu minggu ini lho.” Aku masih ingat bagaimana raut wajah istriku ketika pertama kali aku bermimpi buruk sepekan yang lalu. Wajahnya pucat dan ketakutan. Mulutnya