‘Begal Pantat’ Mengintai Mahasiswa UIN KHAS Jember

Cover by: Aab

Universitas Islam Negeri KH. Achmad Sidiq Jember dikejutkan dengan kasus yang tidak senonoh. Setelah ‘begal payudara’, kini ‘begal pantat’ mulai mengintai perempuan. Salah satu mahasiswi LP (Nama samaran) menjadi korban begal oleh oknum yang tidak dikenal. LP seorang mahasiswi bersama temannya, (maaf) pantatnya diremas saat tengah berjalan di sekitar kampus UIN KHAS Jember, Sabtu (4/12) kemarin.

Menurut temannya, RB (Saksi korban)”Kejadian setelah magrib di sekitar kampus, kami baru pulang setelah beli nasi goreng di sebelah GKT (Gedung Kuliah Terpadu) kebetulan jalan memang sepi karena gerimis. Di dekat kosdepan warung bambu, ada orang yang mendekat naik motor pelan-pelan. Saya pikirteman yang mau menyapa, ternyata pelaku pegang pantat teman saya yang di depan. Pelaku menggunakan motorbeat merah dan memakai jas hujan warna hijau” tutur saksi korban.

Perlakuan serupa juga terjadi pada mahasiswi yang pernah mengalami kekerasan seksual di depan kampus UIN KHAS Jember. Hal tersebut mengakibatkan korban merasa shock dan takut.

Lalu sebenarnya mengapa orang-orang tersebut dengan mudahnya memegang tubuh orang lain tanpa consent?

Dilansir dari PsychologyToday, Ellen Hendriksen, Ph.D. Seorang Psikolog klinis di Center forAnxietyandRelatedDisorders (CARD) Universitas Boston menyatakan, bahwa orang yangmelakukan pelecehan seksual cenderung memiliki salah satu dari beberapa kondisi psikologi antara lain

  • The DarkTriad

Tiga sifat gelap dalam psikologi atau yang sering kali disebutdengan The DarkTriad, meliputi narsisme, psikopati, dan Machiavellianism.

“Narsisme adalah pandangan melambung tentang bakat seseorang ditambah dengan kurangnya empati dan urgensi yang mendalam. Orang narsis tidak peduli jika anda menyukainya, tetapi mereka memang mengharuskan anda untuk berpikir bahwa mereka kuat dan pantas dikagumi,” tulis Hendriksen.

Selanjutnya, psikopati yang berputar di sekitar dua sifat, yakni dominasi tanpa rasa takut dan impulsif agresif. Dengan kata lain, psikopat adalah orang yang berani dan pengeksploitasi yang manipulatif.

“Mereka juga tidak memiliki empati tetapi unggul dalam meniru emosi yang benar untuk mengeksploitasi korban mereka,” imbuhnya.

Machiavellianism menggambarkan sebagai sikap tidak bermoral dan penuh tipu daya dengan memperhatikan tujuan jangkapanjang dengan biaya berapa pun.

  • Moral disengagement

Moral disengagement adalah tipuan lain dari karakteristik.

“Moral disengagement adalah sebuah proses kognitif di mana individu membenarkan kesalahan mereka sendiri danmenciptakan versi realitas mereka sendiri di mana prinsip-prinsip moral tidak berlaku bagi mereka,” catat Hendriksen dalam PsychologyToday.

Dalam kasus Kekerasan seksual di kampus tidak hanya terjadi satu kali, kasus ini membuat para perempuan, khususnya mahasiswi UIN KHAS, tidak merasaaman dan nyaman. Kampus UIN KHAS diharapkan ada tanggapan khusus mengenai kasus pelecehan seksual yang cukup marak terjadi. Bukankah kasus ini sudah cukup membuat malu kampus? Apalagi sebagai universitas yang berbasis agama Islam.

Editor: Juwita

Reporter: Aab