Bagi-bagi Dana Kegiatan Tanpa Aturan

Ada dua sumber dana kegiatan kemahasiswaan yang dianggarkan oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, yakni dana Peningkatan Mutu Kegiatan Mahasiswa (PMKM) dan dana Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Khusus dana PMKM, pihak IAIN Jember menganggarkan sebesar Rp 206 juta. Dana ini diberikan kepada seluruh organisasi kemahasiswaan intra kampus dengan ketentuan kegiatan yang digelar bernuansa sosialisasi kampus.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Jember, Sukarno, membagikan anggaran tersebut kepada seluruh organisasi intra kampus. Senat Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), serta 10 UKM tingkat institut, mendapat anggaran sebesar Rp 10 juta. Sementara sisanya, yakni Rp 86 juta, diserahkan kepada lima fakultas untuk dibagikan kepada setiap Himpunan Mahasiwa Jurusan (HMJ) dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS). Masing-masing fakultas mendapatkan anggaran sebesar Rp 17,2 juta.

“Dana ini (PMKM) dimaksudkan untuk meningkatkan mutu mahasiswa, baik yang bersifat akademis dan non-akademis, serta memberikan ruang gerak bagi mahasiswa untuk berpartisipasi aktif melakukan sosialisasi tentang IAIN Jember sesuai dengan bidang kegiatan masing-masing,” kata Sukarno dalam acara Rapat Koordinasi Prosedur Pencairan Dana PMKM Tahun Anggaran 2015-2016, di Ruang VIP IAIN Jember, pada Kamis (25/2).

Pada pertemuan itu dibahas pula prosedur pencairan dana PMKM. Proposal kegiatan yang diajukan kepada Rektor IAIN Jember harus mendapat persetujuan dari DEMA IAIN Jember, dibuktikan dengan adanya tanda tangan salah satu pengurus hariannya. Hal ini merupakan bagian dari Standart Opersional Prosedur (SOP) yang diterapkan dalam pengambilan dana PMKM.

Ketua DEMA IAIN Jember, Fendi, mengatakan, diterapkannya SOP ini sebagai bentuk transparansi. Hal ini mengingat, selama ini pihak IAIN Jember tidak menerapkan SOP saat memberikan dana PMKM. “Tujuannya agar tertib administrasi,” katanya.

Akan tetapi, SOP ini tidak diterapkan kepada UKM yang mengajukan pencairan dana kegiatan UKM. Karena, dana kegiatan UKM merupakan anggaran tetap yang diberikan secara langsung oleh kampus. Di samping itu, kegiatan yang diadakan oleh setiap UKM tidak hanya bersifat sosialisasi, melainkan temporal, seperti pendidikan dan pelatihan.

Sebelumnya, pada Rabu (24/2) yang lalu, Sukarno mengadakan Rapat Koordinasi Penetapan Dana UKM Tahun Anggaran 2015-2016 Semester Genap di Ruang VIP IAIN Jember. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan pengurus SEMA, DEMA, HMJ/HMPS, UKM, dan beberapa wakil dekan fakultas IAIN Jember.

Dalam sambutannya, Sukarno mengatakan, meski Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri(STAIN) Jember telah beralih status menjadi IAIN Jember, tetapi anggarannya masih mengacu pada anggaran STAIN. Sehingga, pihak IAIN Jember menganggarkan dana sebesar Rp 300 juta per semester. Anggaran ini rencananya akan dibagikan kepada 23 organisasi kemahasiswaan intra kampus.

Namun, Fendi mempertanyakan pembagian dana tersebut. Menurutnya, dengan beralihnya status, seharusnya anggarannya bertambah besar. Menanggapi hal itu, Sukarno mengatakan, pihak perencanaan IAIN Jember telah mengajukan dana sesuai kebutuhan IAIN ke Jakarta, akan tetapi dana yang turun masih seperti dulu. “Patokan pemerintah dalam pencairan dana tetap mengacu dana yang dulu, kecuali perguruan tinggi yang beralih status dari IAIN menjadi UIN (Universitas Islam Negeri),” ujarnya.

Tidak hanya itu, Fendi juga mempertanyakan peraturan yang diterapkan pihak IAIN Jember dalam membagikan dana kegiatan tersebut. Menurutnya, dalam mengevaluasi dan menetapkan suatu kebijakan dalam organisasi, tentu tidak lepas dari pedoman organisasi yang dibuat oleh suatu lembaga. Sehingga, dia menanyakan pula Statuta IAIN Jember.

“Kita belum punya Statuta, tetapi lembaga harus tetap hidup,” kata Sukarno. Dikarenakan tidak ada peraturan yang dijadikan acuan oleh IAIN Jember dalam membagikan anggaran kegiatan tersebut, forum menyepakati pembahasan dana UKM Tahun 2015-2016 Semester Genap ditunda hingga Rabu (2/3). Namun, saat beberapa perwakilan dari organisasi mahasiswa intra berkumpul di Gedung Rektorat IAIN Jember pada waktu yang telah ditentukan, pertemuan lanjutan itu ditunda kembali hingga minggu depan.[]