Teater Kosong: Petani Menggugat

Pementasan teater Petani Agugat oleh Teater Kosong Komunitas Seni (KOMSI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, yang semula saya kira petani menggugat korporasi ataupun pemerintah yang mengeluarkan kebijakan yang menyengsarakan, justru kemudian saya menyadari bahwa alasan mereka menggugat karena hama tikus yang menyerang sawah mereka. Ketika layar dibuka, lima orang

Jerat Jam Malam

Birokrasi Universitas Islam Negeri (UIN) Jember tidak pernah berubah, selalu saja getol menerapkan jam malam. Tapi, ya itu, sekadar wacana saja, kasak-kusuk di sana-sini, ujung-ujungnya hilang begitu saja. Tidak ada sosialisasi kepada mahasiswa – kecuali disampaikan pada rapat antar organisasi kemahasiswaan, itu pun di luar pembahasan – menunjukkan bahwa pihak

Kesepakatan Kerjasama Ditunda

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, Babun Suharto, kembali menjalin kerjasama dengan Bank BRI. Bentuk kerjasama kali ini berupa pengadaan satu mobil Camry dan bus. Namun, sebelum kedua kendaraan itu terwujud, ada persyaratan yang harus dipenuhi. “Syarat untuk mengajukan kendaraan itu, (yaitu) supaya kartu tri fungsi ATM dihabiskan,” kata Sukarno,

Rusunawa Bintang Lima

Saya berencana ke UIN Jember besok, menjenguk anak lelaki saya. Namanya Nujaimi Alvin. Kemarin sore, seseorang yang mengaku temannya mengabarkan, Alvin tengah sakit–badannya panas-dingin. Dokter yang memeriksanya memvonisnya terkena gejala typus. Keesokan harinya pukul 10.00 WIB, saya dan istri saya, Alona Venesia, meluncur ke kampus UIN Jember. Kami mengendarai Vespa Hoffman